BUKU JARINGAN KOMPUTER DASAR
Disusun oleh: Kelompok 1
Anggota:
·
Adilla Nazhril Ahmad (02)
·
Alvathir Brevy M. L. (04)
·
Christian Yusuf Alfred (08)
·
Darel Dafa Nugraha (09)
·
Haidar Muhammad (15)
Sekolah: SMK TUNAS HARAPAN PATI
Tahun: 2026
DAFTAR ISI
1.
Konsep Dasar VoIP (Voice over Internet Protocol)
2.
Konsep Dasar Konfigurasi Access Point
3.
Konsep Dasar OPM (Optical Power Meter)
4.
Kode 500 Server Error pada Internet.
5.
Mengenal Apa Itu Google Colab dan Cara Menggunakannya
6.
Pengertian, Fungsi dan Cara Menggunakan PING
7.
Arsitektur Logik Jaringan Komputer
BAB
1
KONSEP DASAR VOIP (VOICE OVER INTERNET PROTOCOL)
VoIP (Voice
over Internet Protocol) adalah teknologi yang memungkinkan percakapan suara
(voice) dikirimkan melalui jaringan komputer atau internet, bukan melalui
jaringan telepon analog (PSTN) tradisional.
Dengan
VoIP, suara diubah menjadi data digital, dikirim melalui jaringan IP, lalu
diubah kembali menjadi suara pada penerima.
1. Cara
Kerja Dasar VoIP
Secara
garis besar, VoIP bekerja melalui 4 proses utama:
a. Capture (Penangkapan
Suara)
Suara pengguna
ditangkap oleh mikrofon.
b. Encoding &
Compression
Suara yang ditangkap
diubah menjadi data digital menggunakan codec (coder-decoder), misalnya:
·
G.711
·
G 729
·
Opus
Codec juga dapat
mengkompresi suara agar:
·
Ukuran Data lebih
kecil,
·
Penggunaan
bandwidth lebih efisien.
c. Packetization
Data suara yang sudah
digital dipotong menjadi paket kecil (IP packet).
Setiap paket terdiri
dari:
·
header (informasi
alamat dan protokol),
·
payload (isi
suara).
d. Transmission
Paket suara itu dikirim
melalui jaringan IP (LAN/WAN/Internet) menggunakan protokol seperti:
·
RTP (Real-time
Transport Protocol)
·
UDP (User
Datagram Protocol)
karena butuh kecepatan
dan rendah latensi.
Sampai di penerima,
paket akan disusun ulang dan dikembalikan menjadi suara.
2.
Komponen Utama dalam VoIP
a. IP Phone
/ Softphone
Perangkat untuk
melakukan panggilan VoIP:
·
IP Phone:
telepon fisik berbasis IP.
·
Softphone:
aplikasi di PC/HP (Zoiper, MicroSIP, Linphone).
b. PBX / IP
PBX
Server yang mengatur
lalu lintas panggilan. Contohnya:
·
Asterisk
·
FreePBX
·
Issabel
Fungsinya:
·
Mengatur
extension
·
Menghubungkan
antar pengguna
·
voicemail, IVR,
recording, dll.
c. SIP
(Session Initiation Protocol)
Protokol
untuk:
·
Membangun
panggilan,
·
Mengakhiri
panggilan,
·
Mengatur sinyal
(signaling).
SIP adalah
standar paling umum dalam VoIP modern.
d. RTP
(Real-Time Transport Protocol)
Protokol
yang mengirimkan data suara secara real-time.
3.
Kelebihan VoIP
Kelebihan
Penjelasan
Biaya
murah Telepon antar kantor/antar negara lebih
murah.
Fleksibel
Bisa dipakai di LAN, WiFi,
internet, atau VPN.
Mobilitas
Bisa menerima telepon kantor dari
HP/softphone.
Fitur
canggih Recording, IVR, video call, call forward,
dll.
Integrasi
Dapat digabungkan dengan CRM,
CCTV, call center.
4.
Kekurangan atau Tantangan VoIP
Kekurangan:
Penjelasan:
Butuh
koneksi internet yang stabil Karena sensitif terhadap delay dan packet
loss.
Tergantung
bandwidth Semakin banyak panggilan,
bandwidth makin besar.
Gangguan
suara
Echo,
jitter, latency jika jaringan tidak stabil.
Keamanan
Raw feed RTP bisa disadap
jika tidak dienkripsi.
5.
Aplikasi VoIP di Dunia Nyata
- Telepon kantor (PABX IP)
- Call center
- Telekonferensi video (Zoom, Teams, Google Meet)
- Call gateway untuk GSM–VoIP
- Sistem keamanan (doorphone intercom)
BAB
2
Konsep Dasar Konfigurasi Access Point
Access Point (AP) adalah perangkat jaringan yang
berfungsi sebagai penghubung perangkat wireless (Wi-Fi) ke
jaringan lokal (LAN) atau internet. Agar bisa bekerja optimal, AP perlu
dikonfigurasi dengan benar.
1. Akses ke Halaman Konfigurasi AP
Setiap AP memiliki halaman konfigurasi (web GUI).
Langkah umum:
1. Hubungkan laptop
ke AP (via Wi-Fi default atau kabel LAN).
2. Cek alamat IP AP
(biasanya tertulis di label belakang perangkat), contoh:
§ 192.168.0.1
§ 192.168.1.1
3. Buka browser → ketik
IP AP → login menggunakan username & password default.
2. Pengaturan Wireless (SSID, Security, Channel
a. SSID (Service Set Identifier)
· Nama
jaringan Wi-Fi.
· Bisa
dibuat:
ü SSID siswa
ü SSID guru
ü SSID tamu
b. Mode Wireless
Menentukan standar Wi-Fi:
· 802.11b → lama,
lambat
· 802.11g → cukup
cepat
· 802.11n → umum
digunakan
· 802.11ac
/ ax → cepat, modern
c. Channel (Kanal
Frekuensi)
Channel menentukan jalur frekuensi Wi-Fi.
· Band 2.4
GHz → channel 1, 6, 11 paling aman (tidak tumpang tindih).
· Band 5 GHz → lebih
banyak channel dan minim interferensi.
d. Keamanan (Security)
Setel keamanan:
· WPA2-PSK (umum
digunakan)
· WPA3 (lebih
aman, lebih baru)
Atur password Wi-Fi minimal 8
karakter.
3. Pengaturan IP Address (Network Setting)
AP bisa berfungsi sebagai:
a. Mode Access Point
· AP mendapat IP
dari router.
· DHCP pada
AP dimatikan.
· Cocok untuk
menambah titik Wi-Fi di sekolah.
b. Mode Router
· AP bertindak
sebagai router kecil.
· DHCP diaktifkan.
· Menyediakan IP
untuk klien.
c. Mode Repeater / WDS
· Memperluas
jangkauan sinyal Wi-Fi.
· Menghubungkan AP
ke AP lain secara wireless.
Pengaturan IP AP
Biasanya AP diberi IP statis agar mudah dikelola,
misalnya:
· 192.168.10.2
· 192.168.10.3
Pastikan satu subnet dengan router.
4. Manajemen Bandwidth & QoS (opsional)
Beberapa AP menyediakan fitur:
· Pengaturan
kecepatan maksimum (speed limit) per-user.
· Prioritas trafik
(QoS).
· Pembatasan jumlah
klien.
Ini berguna di lab atau
sekolah agar jaringan tetap stabil.
5. MAC Filtering (opsional)
Mengizinkan atau memblokir perangkat berdasarkan MAC
address.
· White list → hanya
perangkat tertentu yang boleh terhubung.
· Black list → memblokir
perangkat tertentu.
6. Firmware Update
AP perlu update firmware untuk:
· Menambah fitur
baru
· Menutup celah
keamanan
· Meningkatkan
stabilitas
Update dilakukan dari halaman konfigurasi AP.
7. Penempatan (Placement) AP
Konfigurasi bagus tapi penempatan buruk tetap akan
menyebabkan sinyal lemah.
Prinsip penempatan:
· di tengah ruangan
· tidak dekat logam
· jauh dari
microwave
· tidak tertutup
lemari
Gambaran Alur Konfigurasi (Ringkas)
1.
Akses halaman AP
2.
Ganti SSID &
password
3.
Pilih mode Wi-Fi
(n/ac/ax)
4.
Atur channel
& frekuensi
5.
Set IP AP
(statis)
6.
Matikan DHCP
(jika hanya AP biasa)
7.
Simpan &
reboot
BAB
3
STARLINK DAN TEKNOLOGI FIBER OPTIC
1. Konsep
Dasar OPM (Optical Power Meter)
Pengertian
Optical
Power Meter (OPM) adalah alat ukur yang digunakan
untuk mengukur daya sinyal cahaya (optical power) pada sistem
komunikasi serat optik.
OPM bekerja
dengan cara:
· Menerima
sinyal cahaya dari ujung fiber
· Mengubah
energi cahaya menjadi sinyal listrik melalui photodetector
· Menampilkan
hasil dalam satuan dBm atau mW
Prinsip
Kerja OPM
1. Sumber
cahaya (OLS – Optical Light Source) mengirimkan sinyal ke fiber
2. Cahaya
merambat melalui serat optik
3. OPM
menangkap cahaya di ujung fiber
4. Sensor
mengonversi cahaya menjadi arus listrik
5. Nilai
daya ditampilkan di layar
Biasanya
digunakan berpasangan dengan:
- OLS (Optical Light Source) → untuk mengukur redaman (loss)
2. Fungsi
OPM
OPM
memiliki beberapa fungsi utama dalam instalasi dan maintenance jaringan fiber
optik:
2.1 Mengukur
Daya Optik (Optical Power)
Mengetahui
besar daya cahaya yang diterima pada ujung fiber.
Contoh:
· Hasil
pengukuran: -18 dBm
2.2.
Mengukur Loss (Redaman)
Digunakan
bersama OLS untuk menghitung besar redaman kabel.
Rumus:
Loss (dB) = Pkirim – P terima
Contoh:
· Daya
kirim: -5 dBm
· Daya
terima: -15 dBm
· Loss
= 10 dB
2. 3.
Troubleshooting Jaringan Fiber
Untuk
mendeteksi:
· Sambungan
buruk
· Konektor
kotor
· Fiber
putus
· Redaman
berlebih
2.4.
Pengujian Instalasi Baru
Memastikan
jaringan memenuhi standar sebelum diserahkan ke pelanggan.
3. Satuan
Pengukuran OPM
3.1 dBm
Satuan
logaritmik terhadap 1 mW.
· 0
dBm = 1 mW
· Nilai
negatif → daya kecil
· Nilai
positif → daya besar
3.2 mW
(milliwatt)
Satuan daya
absolut.
Hubungan:
dBm = 10 Log10(P(mW))
4. Panjang
Gelombang (Wavelength) Pengukuran
OPM harus
disesuaikan dengan panjang gelombang sistem.
Umumnya:
· 850
nm → Multimode
· 1310
nm → Singlemode
· 1550
nm → Singlemode jarak jauh
· 1490
nm → FTTH downstream
Jika salah
memilih wavelength, hasil pengukuran tidak akurat.
5. Parameter
Keberhasilan Hasil Pengukuran
Berikut
indikator apakah hasil pengukuran dianggap baik atau tidak:
5.1. Nilai
Redaman (Loss) Sesuai Standar
Standar
umum:
|
Komponen |
|
Standar Loss |
|
Splicing |
|
≤ 0.1 –
0.3 dB |
|
Konektor |
|
≤ 0.5 dB |
|
Link FO
total |
|
≤ 0.35
dB/km (SM 1310 nm) |
Jika hasil
melebihi standar → instalasi bermasalah.
5.2 Power
Receive Sesuai Spesifikasi Perangkat
Contoh
standar GPON:
|
Parameter |
Nilai Normal |
|
RX ONT |
-8 s/d
-28 dBm |
Jika:
· Lebih
kecil dari -28 dBm → sinyal lemah
· Lebih
besar dari -8 dBm → sinyal terlalu kuat
5.3 Stabilitas
Pembacaan
Hasil tidak
berubah-ubah drastis.
Jika angka
naik turun → kemungkinan:
· Konektor
longgar
· Fiber
kotor
· Sumber
cahaya tidak stabil
5.4 Perbandingan
dengan Perhitungan Teoritis
Loss hasil
ukur harus mendekati hasil perhitungan:
Total Loss = (Panjang kabel × redaman/km) + Loss Konektor + Loss Splice
Jika
selisih besar → ada masalah di jalur.
6. Faktor
yang Mempengaruhi Akurasi OPM
6.1 Kebersihan
konektor
6.2 Pemilihan
wavelength
6.3 Kalibrasi
alat
6.4 Jenis
fiber (SM/MM)
6.5 Kualitas
splicing
6.6 Suhu
lingkungan
7.
Contoh Analisis Hasil Pengukuran
Misal:
· Panjang
kabel: 10 km
· Redaman
standar: 0.35 dB/km
· 2
konektor (0.5 dB)
· 4
splice (0.1 dB)
Perhitungan:
· Kabel:
10 × 0.35 = 3.5 dB
· Konektor:
1 dB
· Splice:
0.4 dB
· Total
= 4.9 dB
Jika hasil
OPM menunjukkan 5.1 dB → masih normal
Jika
menunjukkan 9 dB → ada masalah
8.
Kesimpulan
8.1 OPM
adalah alat untuk mengukur daya optik pada jaringan fiber
8.2 Digunakan
untuk pengukuran power dan loss
8.3 Hasil
dinyatakan dalam dBm atau mW
8.4 Keberhasilan
pengukuran ditentukan oleh:
· Nilai
loss sesuai standar
· Power
receive sesuai spesifikasi
· Stabilitas
hasil ukur
· Kesesuaian
dengan perhitungan teoritis
BAB
4
KODE 500 SERVER ERROR PADA INTERNET.
HTTP
response code atau kode internet ini dibagi menjadi 5 kategori. Setiap kategori
mewakili jenis komunikasi yang terjadi antara web server dan client.
Ada 5 jenis
kode internet yang umum dijumpai, yaitu:
1xx
(informasi)
Server
menerima permintaan dan sedang memprosesnya.
2xx
(berhasil)
Server
berhasil menerima permintaan dan mengirimkan kembali respons yang diharapkan.
3xx
(redirect)
Server
memerlukan tindakan tambahan untuk menyelesaikan permintaan karena ada
perubahan pada resource.
4xx (client
error)
Server
tidak bisa memenuhi permintaan karena sintaksis yang buruk (bad syntax).
5xx (server
error)
Server
gagal memenuhi permintaan yang valid.
Kode 500
Error Server
Kode error
internet 500-an menandakan bahwa permintaan gagal karena adanya masalah di sisi
server. Umumnya, server mengirimkan status code 500 ketika tidak bisa menemukan
respons yang lebih sesuai.
500
Internal Server Error
Server
tidak bisa memenuhi permintaan karena kondisi yang tidak terduga.
Error ini
akan muncul di WordPress ketika plugin, tema, atau file .htaccess rusak.
Kemungkinan penyebab lainnya termasuk batas PHP yang tidak mencukupi dan versi
PHP yang tidak kompatibel.
Kalau Anda
memerlukan panduan untuk error ini, silakan baca artikel kami tentang 500
internal server error, yang juga membahas cara mengatasinya.
501 Not
Implemented
Server
tidak mengenali metode permintaan atau fungsi yang diperlukan untuk memenuhi
permintaan.
Response
code ini adalah kebalikan dari 405 Method Not Allowed, yang menunjukkan bahwa
server mengenali fungsi yang diperlukan tapi memilih untuk tidak mendukungnya.
502 Bad
Gateway
Server,
yang berfungsi sebagai proxy, tidak bisa memenuhi permintaan klien karena telah
menerima respons yang tidak valid dari server upstream.
HTTP
response code ini bisa terjadi ketika domain belum sepenuhnya dipropagasi
setelah pindah ke host baru. Terkadang, firewall mungkin menganggap permintaan
tersebut sebagai serangan pada server asal karena konfigurasi yang salah.
Kemungkinan
penyebab lainnya adalah server asal mengalami overload dan terjadi error pada
browser karena versi browser yang sudah tidak didukung, atau file corrupt di
cache browser.
Untuk
mencari tahu selengkapnya tentang kode error internet ini serta cara
mengatasinya, silakan baca artikel kami mengenai error 502 bad gateway.
503 Service
Unavailable
Server
tidak bisa menangani permintaan karena kehabisan resource atau sedang dalam
maintenance.
Umumnya,
server mengirimkan kode error internet ini karena adanya masalah sementara.
Respons disertai dengan kolom header permintaan Retry-After, yang berisi
perkiraan waktu pemulihan.
Mengalami
error ini? Tenang, kami punya artikel tentang error 503
service unavailable untuk membantu Anda mencari tahu lebih lanjut
beserta cara mengatasinya.
504 Gateway
Timeout
Server
proxy belum menerima respons tepat waktu yang diperlukan untuk memenuhi
permintaan dari server upstream.
Beberapa
penyebab yang paling umum meliputi konfigurasi firewall yang salah, domain yang
tidak bisa di-resolve, overload server, masalah konektivitas, PHP worker terbatas,
dan masalah DNS.
Untuk
membantu Anda mengetahui error ini lebih lanjut, kami sudah menyiapkan artikel
tentang 504
gateway time-out.
505 HTTP
Version Not Supported
Server
tidak mendukung versi protokol HTTP yang digunakan dalam permintaan. Penggunaan
web browser dengan versi yang sudah tidak update biasanya menyebabkan munculnya
kode error internet ini.
Respons
HTTP dengan kode ini umumnya berisi informasi tentang protokol yang didukung
oleh server.
506 Variant
Also Negotiates
Server
telah menjalankan protokol Transparent Content
Negotiation, yang meminta user agent agar memilih salah satu varian yang
didukung untuk melayani resource.
HTTP
response code ini terkadang menunjukkan ‘circular reference’. Artinya, resource
varian yang dipilih dikonfigurasi untuk terlibat dalam negosiasi konten.
Akibatnya, proses tidak diselesaikan dengan tepat.
507
Insufficient Storage
Response
code WebDAV ini menandakan kurangnya ruang penyimpanan yang diperlukan untuk
menyimpan representasi, sehingga server tidak bisa menyelesaikan permintaan.
508 Loop
Detected
Masih
merupakan kode WebDAV, error 508 Loop Detected menunjukkan bahwa server
mengalami loop tak terbatas saat memproses permintaan.
Versi
lainnya disebut “Resource limit reached”, yang berarti server tidak bisa
memenuhi permintaan karena telah melampaui batas resource yang diterapkan oleh
web host.
509
Bandwidth Limit Exceeded
Kode eror
internet ini biasanya muncul di website yang menggunakan paket shared hosting.
Error 509 menunjukkan bahwa server telah melampaui batas bandwidth karena
volume traffic website yang tinggi.
510 Not
Extended
Klien tidak
menggunakan ekstensi apa pun yang didukung oleh server. Respons kode ini
umumnya mencakup semua informasi yang diperlukan untuk menginformasikan
ekstensi yang diperlukan.
511 Network
Authentication Required
Kode ini
dikirim oleh proxy perantara yang mengontrol akses ke jaringan. Klien harus
diautentikasi sebelum jaringan bisa memberikan akses.
Error 511
biasanya terjadi ketika Anda mencoba mengakses jaringan publik. Anda harus
menyetujui Ketentuan Layanan untuk mendapatkan akses.
520 Web
Server Returned an Unknown Error
Response
code Cloudflare ini menunjukkan bahwa server asal menampilkan respons kosong
atau tidak dikenal ke reverse proxy.
521 Web
Server is Down
Error 521
yang juga merupakan kode Cloudflare ini muncul ketika server asal tidak bisa
terhubung ke reverse proxy. Masalah ini mungkin terjadi karena server web asal
memblokir koneksi dari alamat IP Cloudflare tertentu.
522
Connection Timed Out
Cloudflare
tidak bisa menjangkau server asal untuk membuat koneksi Transmission
Control Protocol (TCP) sehingga server kehabisan waktu. Kesalahan
konfigurasi DNS adalah penyebab paling umum terjadinya error ini.
523 Origin
is Unreachable
Masih dalam
kategori error Cloudflare, kode 523 berarti Cloudflare tidak bisa menjangkau
server web asal. Error internet ini disebabkan oleh DNS record atau pengaturan
server yang salah atau tidak ditemukan.
524 A
Timeout Occurred
Cloudflare
berhasil menghubungkan TCP ke server asal, tapi reverse proxy belum menerima
respons HTTP dalam jangka waktu tertentu sehingga server kehabisan waktu.
525 SSL
Handshake Failed
Cloudflare
tidak bisa melakukan SSL
atau TLS handshake dengan server web asal. Website mungkin memiliki
sertifikat SSL yang tidak dikonfigurasi dengan benar, sehingga klien dan
server tidak bisa terhubung dengan aman.
599 Network
Connect Timeout Error
Beberapa
proxy HTTP mengirimkan response code ini ketika terjadi timeout koneksi
jaringan pada klien di depan proxy.
BAB
5
MENGENAL APA ITU GOOGLE COLAB DAN CARA
MENGGUNAKANNYA
BAB
6
Pengertian,
Fungsi dan Cara Menggunakan PING
Selain
menggunakan Command
Tracert, PING adalah salah satu perintah yang dapat Anda gunakan untuk
menganalisa kemungkinan-kemungkinan penyebab Anda tidak bisa mengakses suatu
website. Lalu apa itu ping dan bagaimana cara menggunakannya?
Di artikel
ini kami akan membahas secara lengkap tentang apa itu ping, pengertian, fungsi
dan cara melakukan ping di Windows, Ubuntu, dan juga Mac OS. Ikuti artikel kami
selengkapnya.
Apa itu
PING?
Packet Internet Gopher atau yang
disingkat menjadi PING adalah perintah untuk melakukan pengecekan response
server dan client dalam sebuah jaringan internet. Istilah ping merujuk pada
fungsi dasar dari perangkat lunak ini, yaitu mengirimkan permintaan sederhana
ke sebuah alamat IP atau nama host tertentu dan kemudian menerima balasan.
Dengan
menggunakan perintah ping, Anda dapat mengukur waktu yang dibutuhkan dari
koneksi anda ke server tujuan, hingga akhirnya kembali ke device yang Anda
gunakan. Proses ini membantu mengidentifikasi apakah suatu host atau server dapat dijangkau
dan berapa lama waktu yang diperlukan untuk mencapainya.
Fungsi PING
Perintah
ping ternyata memiliki beberapa kegunaan. Berikut adalah informasi yang dapat
Anda ketahui dengan menggunakan perintah ping.
1.
Mengetahui status up/down komputer atau server tujuan dalam jaringan
Kita dapat
mengecek apakah sebuah komputer atau server dalam keadaan up/down dengan
menggunakan perintah PING. Jika komputer tersebut memberikan respons terhadap
perintah PING yang kita berikan maka dikatakan bahwa komputer/ server tersebut
dalam keadaa up (hidup).
2.
Memonitor availability status komputer dalam jaringan
PING dapat
digunakan sebagai tool monitoring availability komputer dalam jaringan. Salah
satu cara mengukur indikator kualitas jaringan yaitu dengan melakukan PING
secara periodik pada komputer/ server yang dituju. Semakin kecil downtime,
semakin bagus kualitas jaringan tersebut.
3.
Mengetahui responsivitas komunikasi sebuah jaringan
Besarnya
nilai delay atau latency yang dilaporkan oleh PING menjadi indikasi seberapa
responsif komunikasi terjadi dengan komputer yang dituju. Semakin besar nilai
delay menunjukkan semakin lamban respons yang diberikan. Sehingga nilai delay
ini juga bisa digunakan sebagai indikator kualitas jaringan.
4. Ping
digunakan untuk mengecek propagasi DNS
Setiap
perubahan DNS atau name server domain, maka akan terjadi waktu tunggu atau yang
sering disebut dengan propagasi DNS.
Dengan
melakukan ping ke domainnya, Anda akan mengetahui apakah saat ini dari koneksi
internet Anda masih propagasi atau sudah selesai. Bila hasil ping nya sudah
reply dari ip server tujuan, maka propagasi sudah selesai.
Cara
Melakukan PING
Setelah
mengetahui apa itu ping dan kegunaannya, selanjutnya mari mempelajari cara
melakukan ping di Windows, Ubuntu, ataupun Mac OS.
Cara PING
di Windows
Di Windows,
untuk melakukan ping menggunakan aplikasi command prompt (CMD). Berikut ini
adalah contoh Cara melakukan PING pada Windows ;
1. Klik
Start => Run.
2. Setelah
muncul pop up ketikkan => CMD
3. Lalu
munculah gambar seperti di bawah ini , kemudian anda tinggal ketikkan –>
ping (spasi) namaDomainAnda
Sebagai
contoh, saya ingin melakukan ping ke website detik.com, maka perintah ping nya
adalah seperti screenshot berikut.
Cara PING
di Ubuntu
- Klik Logo Ubuntu.
- Ketikkan Terminal, lalu Enter.
- Ketikkan perintah : ping namaDomainAnda
Pada contoh
berikut kami melakukan ke website detik.com. Maka perintahnya adalah ping
detik.com
4. Supaya
perintah ping nya berhenti, tekan CTRL + C pada keyboard.
Cara Ping
di Mac OS
- Tekan tombol Command + Space.
- Ketikkan Terminal, lalu Enter.
- Ketikkan perintah : ping namaDomainAnda
Pada contoh
berikut kami melakukan ke website detik.com. Maka perintahnya adalah ping
detik.com
4. Supaya
perintah ping nya berhenti, tekan CTRL + C pada keyboard.
Perhatikan
hasil pingnya :
Reply
:
Menunjukkan
bahwa koneksi yang anda gunakan terhubung dengan server tujuan. Disana akan
terlihat juga IP server tujuan.
Request
time out :
Ada
gangguan pada koneksi, seperti kurang stabilnya koneksi yang digunakan, atau IP
Public terblock oleh Firewall server.
Destination
host unreachable :
Kemungkinan
modem belum tersambung ke jaringan internet, atau kendala DNS.
Parameter
Perintah PING
Contoh
penggunaan parameter lain pada perintah PING adalah sebagai berikut.
ping -t
Apabila
Anda ingin melakukan ping secara terus menerus, maka Anda bisa menambahkan
perintah -t. Contohnya ping detik.com -t .Untuk menghentikannya, tekan CTRL + C
pada keyboard.
ping -a
Parameter
ini digunakan untuk melihat hostname dari komputer tujuan. Sebagai contoh, saat
Anda mengetikkan ping -a 74.125.24.100 akan menampilkan hostname dari
Google.com.
ping -n
count
Parameter
ini digunakan untuk melakukan ping sebanyak parameter yang diisi. Sebagai
contoh bila Anda ingin ping ke google.com selama 7 kali, maka perintahnya ping
-n 7 google.com
ping -l
1000
Parameter
ini digunakan untuk menentukan besarnya paket yang dikirim ke server tujuan.
Sebagai contoh, ping -l 1000 google.com
Kesimpulan
PING adalah
singkatan dari Packet Internet Gopher yaitu perintah untuk melakukan pengecekan
response server dan client dalam sebuah jaringan internet. Dengan perintah
PING, Anda dapat mengetahui waktu yang dibutuhkan dari koneksi anda ke server
tujuan, hingga akhirnya kembali ke device yang Anda gunakan.
Selain itu,
PING juga dapat Anda gunakan untuk melihat status UP/Down pada sisi koneksi
internet Anda atau kegagalan akses dari koneksi anda ke server tujuan.
Jika hasil
ping Anda ke domain tujuan mengalami RTO, maka Anda dapat melakukan restart
koneksi internet yang digunakan terlebih dahulu. Namun jika setelah restart
masih mengalami kendala, Anda dapat melakukan tracert untuk melihat lalu lintas
koneksi Anda ke server. Dari trace router, Anda dapat menganalisa kendala
terjadi dari sisi koneksi internet yang digunakan, atau dari server tujuannya.
Demikian
artikel kami tentang apa itu PING hingga cara menggunakan PING di berbagai
operating system, semoga bermanfaat.
BAB
7
ARSITEKTUR LOGIK JARINGAN KOMPUTER
![]()
VOIP singkatan dari Voice Over Internet
Protocol atau biasa disebut digital phone merupakan salah satu bagian dari
teknologi transmisi untuk mentransmisikan komunikasi suara melalui IP, seperti
internet ataupun packet-switched networks.
Dengan menggunakan VoIP, kita
dapat melakukan panggilan telepon melalui koneksi internet, tidak lagi
menggunakan saluran telepon konvensional yang melakukan transmisi secara
analog. Beberapa layanan VoIP hanya bisa di gunakan untuk melakukan panggilan
ke orang lain yang menggunakan layanan yang sama.
Tetapi ada juga layanan VoIP yang dapat
melakukan panggilan kepada siapa saja melalui nomor telepon, lokal, jarak jauh,
mobile phone bahkan nomor internasional.
Kebutuhan
Perangkat VoIP
•
Hub
•
Router
•
ADSL Modem
•
VoIP phone Adaptor
Konsep Kerja
Server Softswitch
Softswitch merupakan sebuah sistem telekomunikasi masa
depan yang mampu memenuhi kebutuhan pelanggan yaitu mampu memberikan layanan
triple play sekaligus dimana layanan ini hanya mungkin dilakukan oleh sistem
dengan jaringan yang maju seperti teknologi yang berbasis IP.
Bagian yang paling kompleks dalam suatu sentral lokal
adalah bagian software yang mengatur call processing. Salah satu solusi untuk
mengatasi masalah ini adalah dengan menciptakan suatu alat yang dapat
menyambungkan komunikasi suara (voice) dalam bentuk paket maupun circuit.
Industri pertelekomunikasian menyimpulkan cara yang terbaik
adalah dengan memisahkan fungsi call processing dari fungsi switching secara
fisik dan menghubungkan keduanya elaui suatu protocol standar tersendiri.
Diagram
Komunikasi VoIP :
Diagram VoIP
Proses Kerja dalam
Komponen Diagram VoIP
Prinsip kerja VoIP adalah mengubah suara analog yang
didapatkan dari speaker pada Komputer menjadi paket data digital, kemudian dari
PC diteruskan melalui Hub/ Router/ ADSL Modem dikirimkan melalui jaringan
internet dan akan diterima oleh tempat tujuan melalui media yang sama.
Atau bisa juga melalui melalui media telepon diteruskan ke
phone adapter yang disambungkan ke internet dan bisa diterima oleh telepon
tujuan.
============= Suplemen =============
Pengertian
Voip, Kelebihan dan Kekurangannya
VoIP adalah singkatan dari Voice over Internet Protocol.
Teknologi yang memanfaatkan Internet Protocol untuk menyediakan komonikasi
suara secara elektronis dan real-time. VoIP mulai dikenal di Indonesia sejak
tahun 2000. Komunitas awal pengguna / pengembang VoIP adalah “VoIP
Merdeka”.”VoIP Merdeka” (VM) dicetuskan oleh Onno W. Purbo.
Teknologi yang digunakan oleh "VoIP Merdeka" (VM)
adalah H.323 yang merupakan teknologi awal VoIP. Sentral VoIP Merdeka di
hosting di Indonesia Internet Exchange (IIX) atas dukungan beberapa ISP dan
Asossiasi Penyelenggara Jaringan Internet (APJII).
Kode area "VoIP Merdeka" pada saat itu secara
aklamasi di tentukan menjadi 6288, tentunya tanpa memperoleh restu dari
pemerintah.
•
Biaya lebih rendah untuk sambungan langsung
jarak jauh. Penekanan utama dari VoIP adalah biaya. Dengan dua lokasi yang
terhubung dengan internet maka biaya percakapan menjadi sangat rendah.
•
Memanfaatkan infrastruktur jaringan data yang
sudah ada untuk suara. Berguna jika perusahaan sudah mempunyai jaringan. Jika
memungkinkan jaringan yang ada bisa dibangun jaringan VoIP dengan mudah. Tidak
diperlukan tambahan biaya bulanan untuk penambahan komunikasi suara.
•
Penggunaan bandwidth yang lebih kecil daripada
telepon biasa. Dengan majunya teknologi penggunaan bandwidth untuk voice
sekarang ini menjadi sangat kecil. Teknik pemampatan data memungkinkan suara
hanya membutuhkan sekitar 8kbps bandwidth.
•
Memungkinkan digabung dengan jaringan telepon
lokal yang sudah ada. Dengan adanya gateway bentuk jaringan VoIP bisa
disambungkan dengan PABX yang ada dikantor. Komunikasi antar kantor bisa
menggunakan pesawat telepon biasa
•
Berbagai bentuk jaringan VoIP bisa digabungkan
menjadi jaringan yang besar. Contoh di Indonesia adalah VoIP Rakyat.
•
Variasi penggunaan peralatan yang ada, misal
dari PC sambung ke telepon biasa, IP phone handse
•
Kualitas suara tidak sejernih jaringan PSTN.
Merupakan efek dari kompresi suara dengan bandwidth kecil maka akan ada
penurunan kualitas suara dibandingkan jaringan PSTN konvensional. Namun jika
koneksi internet yang digunakan adalah koneksi internet pitalebar / broadband
seperti Telkom Speedy, maka kualitas suara akan jernih - bahkan lebih jernih
dari sambungan Telkom dan tidak terputus-putus.
•
Ada jeda dalam berkomunikasi. Proses perubahan
data menjadi suara, jeda jaringan, membuat adanya jeda dalam komunikasi dengan
menggunakan VoIP. Kecuali jika menggunakan koneksi Broadband (lihat di poin
atas).
•
Regulasi dari pemerintah RI membatasi penggunaan
untuk disambung ke jaringan milik Telkom.
•
Jika belum terhubung secara 24 jam ke internet
perlu janji untuk saling berhubungan.
•
Jika memakai internet dan komputer di belakang
NAT (Network Address Translation), maka dibutuhkan konfigurasi khusus untuk
membuat VoIP tersebut berjalan
•
Tidak pernah ada jaminan kualitas jika VoIP
melewati internet.
•
Peralatan relatif mahal. Peralatan VoIP yang
menghubungkan antara VoIP dengan PABX (IP telephony gateway) relatif berharga
mahal. Diharapkan dengan makin populernya VoIP ini maka harga peralatan
tersebut juga mulai turun harganya.
•
Berpotensi menyebabkan jaringan terhambat/Stuck.
Jika pemakaian VoIP semakin banyak, maka ada potensi jaringan data yang ada
menjadi penuh jika tidak diatur dengan baik. Pengaturan bandwidth adalah perlu
agar jaringan di perusahaan tidak menjadi jenuh akibat pemakaian VoIP.
•
Penggabungan jaringan tanpa dikoordinasi dengan
baik akan menimbulkan kekacauan dalam sistem penomoran
Tidak ada komentar:
Posting Komentar