Selasa, 24 Februari 2026

Wifi

 

Apa Itu WiFi?

WiFi adalah teknologi jaringan nirkabel yang memungkinkan perangkat terhubung ke internet tanpa menggunakan kabel. WiFi menggunakan gelombang radio untuk mentransmisikan data.

WiFi bekerja berdasarkan standar IEEE 802.11.


Cara Kerja WiFi

  1. Router terhubung ke internet melalui ISP.

  2. Router mengirimkan sinyal radio.

  3. Perangkat seperti laptop atau smartphone menerima sinyal tersebut.

  4. Data dikirim dan diterima melalui gelombang radio.


Jenis-Jenis WiFi Berdasarkan Standar

  • 802.11a

  • 802.11b

  • 802.11g

  • 802.11n

  • 802.11ac

  • 802.11ax (WiFi 6)

Semakin baru standar, semakin cepat dan stabil koneksinya.


Kelebihan WiFi

  • Tidak perlu kabel

  • Mudah digunakan

  • Bisa digunakan banyak perangkat

  • Fleksibel dan praktis


Kekurangan WiFi

  • Rentan gangguan sinyal

  • Bisa diretas jika tidak diamankan

  • Kecepatan tergantung jarak dan hambatan


Tips Mengoptimalkan WiFi

  • Letakkan router di tengah ruangan

  • Gunakan password WPA2/WPA3

  • Hindari gangguan dari perangkat elektronik

  • Gunakan channel yang tidak padat


Kesimpulan

WiFi adalah teknologi penting dalam kehidupan modern. Dengan WiFi, akses internet menjadi lebih mudah dan fleksibel untuk berbagai aktivitas seperti belajar, bekerja, dan hiburan.


Kalau kamu mau Haidarr, aku bisa tambahkan:

  • Versi yang lebih panjang lagi (lebih detail biar terlihat seperti artikel ilmiah)

  • Tambahkan gambar dan referensi

  • Tambahkan daftar pustaka

  • Tambahkan meta deskripsi untuk SEO Blogger

  • Atau dibuat dalam format HTML siap paste ke mode HTML Blogger

Mikrotik

 

pa Itu Mikrotik?

Mikrotik adalah sistem operasi dan perangkat jaringan yang digunakan untuk mengelola jaringan komputer. Mikrotik sangat populer sebagai router karena kemampuannya yang lengkap dan harga yang terjangkau.

Mikrotik banyak digunakan di:

  • Sekolah

  • Kantor

  • Warnet

  • ISP kecil

  • Jaringan RT/RW Net


Fungsi Mikrotik

Berikut fungsi utama Mikrotik:

1. Router

Mengatur lalu lintas data antar jaringan.

2. Bandwidth Management

Membagi kecepatan internet agar merata.

3. Firewall

Mengamankan jaringan dari akses yang tidak diinginkan.

4. Hotspot

Menyediakan sistem login WiFi dengan username dan password.

5. Monitoring Jaringan

Memantau penggunaan internet dan aktivitas pengguna.


Jenis Mikrotik

1. RouterOS

Sistem operasi yang bisa diinstal di PC.

2. RouterBoard

Perangkat keras (hardware) Mikrotik yang sudah terinstal RouterOS.


Kelebihan Mikrotik

  • Harga relatif murah

  • Fitur lengkap

  • Stabil untuk jaringan skala kecil hingga menengah

  • Mudah dikonfigurasi dengan Winbox


Kekurangan Mikrotik

  • Perlu pemahaman jaringan

  • Konfigurasi cukup kompleks bagi pemula


Kesimpulan

Mikrotik adalah solusi router yang sangat powerful dan banyak digunakan di Indonesia. Dengan fitur lengkap seperti bandwidth management dan hotspot, Mikrotik sangat cocok untuk jaringan sekolah dan usaha kecil.

Accest Point ( AP )

 

Apa Itu Access Point (AP)?

Access Point (AP) adalah perangkat jaringan yang berfungsi untuk menghubungkan perangkat nirkabel (wireless) seperti laptop, smartphone, dan tablet ke jaringan kabel (LAN). Access Point memungkinkan perangkat terhubung ke internet atau jaringan lokal melalui sinyal WiFi.

Secara sederhana, Access Point adalah "jembatan" antara jaringan kabel dan perangkat wireless.


Fungsi Access Point

Berikut beberapa fungsi utama Access Point:

1. Menyediakan Akses Jaringan Wireless

AP memancarkan sinyal WiFi sehingga perangkat dapat terhubung tanpa menggunakan kabel.

2. Memperluas Jangkauan Jaringan

Access Point dapat digunakan untuk memperluas area cakupan jaringan WiFi.

3. Menghubungkan Banyak Perangkat

Satu Access Point dapat melayani banyak perangkat sekaligus.

4. Mengatur Keamanan Jaringan

AP mendukung sistem keamanan seperti:

  • WPA

  • WPA2

  • WPA3

  • MAC Filtering


Cara Kerja Access Point

  1. Access Point terhubung ke router atau switch melalui kabel LAN.

  2. AP menerima data dari jaringan kabel.

  3. AP mengubah sinyal tersebut menjadi gelombang radio.

  4. Perangkat wireless menerima sinyal dan dapat mengakses jaringan.


Jenis-Jenis Access Point

1. Standalone Access Point

Digunakan secara mandiri, cocok untuk rumah atau kantor kecil.

2. Controller-Based Access Point

Dikontrol oleh sistem pusat (controller), biasanya digunakan di perusahaan besar.

3. Wireless Repeater

Berfungsi memperluas sinyal WiFi yang sudah ada.


Kelebihan dan Kekurangan Access Point

Kelebihan:

  • Memperluas jangkauan jaringan

  • Mendukung banyak pengguna

  • Instalasi relatif mudah

Kekurangan:

  • Harga lebih mahal dibanding repeater biasa

  • Perlu konfigurasi jaringan

jaringan Wireless, Point-to-Point (PtP) dan Point-to-Multipoint (PtMP)

 

Blog untuk komunikasi siswa siswi Teknik Komputer dan Jaringan SMK Tunas Harapan Pati

Jaringan Wireless



Memahami Konsep Dasar, Point-to-Point (PtP), dan Point-to-Multipoint (PtMP)

1. Konsep Dasar Jaringan Wireless

Jaringan wireless adalah jaringan komputer yang menggunakan gelombang radio sebagai media penghantar data, bukan kabel. Dengan wireless, perangkat dapat terhubung tanpa perlu menarik kabel fisik.

1.1 Karakteristik Jaringan Wireless

  • Tidak menggunakan kabel: Menggunakan frekuensi radio (2.4 GHz, 5 GHz, 6 GHz, dsb.)
  • Instalasi lebih cepat dan fleksibel.
  • Mobilitas tinggi: Pengguna bisa bergerak namun tetap terhubung.
  • Jangkauan bervariasi: Dari beberapa meter (WiFi Indoor) sampai puluhan kilometer (Wireless Outdoor).

1.2 Komponen Utama

  • Access Point (AP): Memancarkan dan menerima sinyal.
  • Wireless Client: Perangkat pengguna (laptop, HP, station/receiver).
  • Antena: Omnidirectional atau directional.
  • Wireless Controller (opsional): Mengatur banyak AP.
  • Repeater/Bridge: Memperluas jangkauan.

1.3 Frekuensi Umum

  • 2.4 GHz: Jangkauan jauh namun rawan interferensi.
  • 5 GHz: Lebih cepat, lebih bersih, namun jarak lebih pendek.
  • 6 GHz (WiFi 6E): Sangat cepat, jarak sedang.
Point-to-Point (PtP)

2. Jaringan Wireless Point-to-Point (PtP)

Point-to-Point adalah koneksi wireless antara dua titik, biasanya digunakan untuk menghubungkan dua gedung, backbone antar tower, atau mengarahkan data ke lokasi jarak jauh.

2.1 Ciri-Ciri PtP

  • Hanya 2 perangkat: satu sebagai AP/Host, satu sebagai Station/Client.
  • Menggunakan antena directional (dish, panel, grid).
  • Kecepatan stabil karena koneksi fokus.
  • Sangat cocok untuk jarak 500 meter hingga 50 km.

2.2 Cara Kerja (Flow)

  • Titik A memancarkan sinyal ke arah Titik B.
  • Titik B mengarah tepat ke Titik A.
  • Keduanya membuat jembatan wireless (wireless bridge).
  • Lalu lintas jaringan berjalan seperti kabel LAN yang panjang.

2.3 Kelebihan & Kekurangan

  • Kelebihan: Stabil dan cepat, noise/interferensi kecil, bisa menjangkau jarak jauh.
  • Kekurangan: Hanya 1 ke 1 dan butuh Line of Sight (LOS).
Point-to-Multipoint (PtMP)

3. Jaringan Wireless Point-to-Multipoint (PtMP)

Point-to-Multipoint adalah koneksi satu titik pusat ke beberapa titik sekaligus, mirip dengan menara BTS yang melayani banyak perangkat.

3.1 Ciri-Ciri PtMP

  • Ada 1 Access Point (AP) sebagai pusat.
  • Banyak Station/Client yang terhubung (2, 5, atau puluhan).
  • Menggunakan Antena Omnidirectional (360°) atau Sectoral (90°, 120°).
  • Digunakan untuk desa internet, RW/RT Net, kampus/sekolah, atau CCTV.

3.2 Cara Kerja PtMP

  • AP memancarkan sinyal dengan pola omni/sector.
  • Banyak client menangkap sinyal dari AP.
  • Masing-masing client mendapatkan bandwidth sesuai manajemen AP.
  • Semua client berbagi satu kanal frekuensi.

3.3 Kelebihan & Kekurangan

  • Kelebihan: Satu AP bisa melayani banyak klien sekaligus, efisien dan fleksibel.
  • Kekurangan: Shared bandwidth, rentan interferensi jika banyak client.

4. Ringkasan Perbedaan PtP dan PtMP

AspekPoint-to-Point (PtP)Point-to-Multipoint (PtMP)
Jumlah Perangkat2 titik1 pusat ke banyak titik
AntenaDirectionalOmni / Sector
StabilitasSangat stabilDipengaruhi banyak user
JarakHingga puluhan km1–10 km
KecepatanDedicatedShared (dibagi)
Contoh PenggunaanGedung A ↔ Gedung BTower pusat → banyak rumah

Selasa, 10 Februari 2026

PRAKTIKUM SPLICING KLOMPOK 1 : ALFATHIR BREVY MICAE LOIS ADILA NAZRIL AHMAD

 Siapkan alat dan bahan:

Alat:
1. Fiber Stripper (untuk coating & buffer)
2. Fiber Cleaver (pemotong presisi)
3. Crimp Tool FO
4. Optical Power Meter & Light Source (untuk tes)
5. Visual Fault Locator (VFL)
6. Cable Cutter
7. Fusion Splicer
Bahan:
1. Kabel Fiber Optic
2. Fast Connector 
3. Alkohol Isopropyl
4. Tisu Kering
5. Sleeve






Langkah-Langkah:

1. Persiapkan Kabel (Strip & Bersihkan Fiber)





2. Pemotongan (Potong dengan Cleaver)



3. Penyelarasan (Sejajarkan Core Fiber)



4. Peleburan (Lelehkan dengan Arc Listrik)



5. Penyambungan (Gabungkan Serat Optik)



6. 
Perlindungan (Pasang Pelindung (Sleeve))



7. Pengujian (Ukur Insertion Loss)



8. Penyelesaian (Kemas & Rapikan)

Selasa, 27 Januari 2026

Konsep Dasar Splicing dalam Komunikasi Optik


 



Berikut penjelasan Konsep Dasar Splicing dalam Komunikasi Optik yang disusun ringkas, sistematis, dan mudah dipahami (cocok untuk materi SMK / dasar jaringan):

1. Pengertian Splicing Fiber Optic

Splicing adalah proses menyambungkan dua ujung kabel fiber optik secara permanen sehingga cahaya (sinyal optik) dapat diteruskan dengan redaman (loss) sekecil mungkin.

Berbeda dengan connector, splicing tidak bisa dilepas-pasang dan umumnya digunakan pada:

  • Backbone jaringan
  • Joint closure
  • Perpanjangan kabel fiber optik

 

2. Tujuan Splicing

Tujuan utama splicing dalam komunikasi optik adalah:

  • Menghubungkan kabel fiber optik
  • Memperpanjang jalur transmisi
  • Memperbaiki kabel fiber yang putus
  • Menjaga kualitas sinyal optik
  • Mengurangi redaman dan refleksi

 

3. Prinsip Kerja Splicing

Splicing bekerja dengan prinsip:

a. Menyelaraskan core (inti) fiber optik secara presisi
b. Menggabungkan kedua ujung fiber sehingga:

  • Cahaya tetap merambat lurus
  • Pantulan (reflection) minimal
  • Kehilangan daya (loss) sangat kecil

Semakin presisi penyambungan core, semakin kecil nilai insertion loss.

 

4. Jenis-Jenis Splicing Fiber Optic

A. Fusion Splicing (Splicing Peleburan)

  • Menggunakan Fusion Splicer
  • Ujung fiber dilebur dengan arc listrik
  • Loss sangat kecil (± 0,01–0,05 dB)
  • Sambungan kuat dan tahan lama
  • Backbone FO
  • Jaringan ISP
  • Jaringan jarak jauh

Merupakan metode paling umum dan paling baik kualitasnya.

Ciri-ciri:

Digunakan untuk:

 

B. Mechanical Splicing (Splicing Mekanik)

  • Menggunakan alat mekanik dan gel optik
  • Lebih cepat dan murah
  • Loss lebih besar (± 0,2–0,5 dB)
  • Perbaikan darurat
  • Instalasi sementara
  • Latihan/praktikum

Metode penyambungan tanpa peleburan.

Ciri-ciri:

Digunakan untuk:

 

5. Komponen yang Terlibat dalam Splicing

Beberapa komponen penting dalam proses splicing:

  • Core : inti penghantar cahaya
  • Cladding : pembungkus core
  • Coating : pelindung fiber
  • Fusion Splicer
  • Fiber Cleaver
  • Stripper Fiber
  • Splice Protector (Sleeve)

 

6. Parameter Kualitas Splicing

A. Insertion Loss

Kehilangan daya akibat sambungan.

  • Standar baik: ≤ 0,1 dB
  • Semakin kecil, semakin baik

B. Return Loss

Pantulan cahaya ke arah sumber.

  • Nilai besar (dB tinggi) menandakan pantulan kecil

 

7. Faktor yang Mempengaruhi Kualitas Splicing

a. Kebersihan ujung fiber
b. Ketepatan pemotongan (cleaving)
c. Keselarasan core
d. Jenis fiber (SM/MM)
e. Kualitas alat splicer
f. Keterampilan teknisi

 

8. Peran Splicing dalam Sistem Komunikasi Optik

Splicing sangat penting karena:

  • Menentukan keandalan jaringan
  • Mempengaruhi jarak transmisi
  • Berpengaruh langsung pada kecepatan dan kualitas data
  • Mengurangi gangguan dan error sinyal

 

9. Contoh Penerapan Splicing

  • Jaringan FTTH (Fiber To The Home)
  • Jaringan Metro Ethernet
  • Backbone antar gedung/kota
    • Sistem komunikasi data dan internet           

Terminasi Konektor Fiber Optics

Prosedur Penyambungan Kabel Fiber Optic Menggunakan Fast Connector

Panduan Praktikum Jaringan Fiber Optic

I. Persiapan Alat dan Bahan

Alat

  • Fiber Stripper (untuk coating & buffer)
  • Fiber Cleaver (pemotong presisi)
  • Crimp Tool Fiber Optic
  • Optical Power Meter & Light Source
  • Visual Fault Locator (VFL)
  • Cable Cutter

Bahan

  • Kabel Fiber Optic
  • Fast Connector Fiber Optic
  • Alkohol Isopropyl
  • Tisu Kering

II. Langkah-langkah Pemasangan

1. Pemotongan Kabel
Potong kabel fiber optic menggunakan cable cutter sesuai panjang yang diinginkan. 
2. Membelah Kabel
Belah bagian tengah kabel FO antara dua kabel kecil dan satu kawat baja hingga kabel terpisah menjadi dua bagian. 
3. Mengupas Jaket Luar
Tarik bagian kabel yang telah terbelah lalu kupas jaket luar sepanjang ±4 cm.
 
4. Mengupas Serat Kaca
Kupas lapisan serat kaca berwarna biru hingga tersisa kabel bening. 

5. Pembersihan Kabel
Bersihkan kabel menggunakan tisu yang telah diberi alkohol isopropyl. 
6. Pemasangan Fast Connector
Ukur dan potong kabel menggunakan fiber cleaver lalu masukkan ke fast connector. Sisakan sedikit lipatan di dalam agar kabel tidak kendor. 


7. Pengujian Sinyal
Cek sinyal menggunakan VFL. Jika cahaya tembus, pemasangan berhasil. 
8. Pengulangan di Ujung Kabel
Ulangi langkah 1–7 pada ujung kabel satunya dan pastikan sinar laser dapat diteruskan.
9. Pengukuran Daya Optik
Ukur daya optik menggunakan Optical Power Meter dan Light Source. Nilai minimal yang diizinkan adalah −40 dBm. 
 

III. Hasil Pengukuran

Hasil pengukuran menggunakan Optical Power Meter menunjukkan daya optik sebesar −23,55 dBm pada panjang gelombang 1310 nm. Karena nilai tersebut masih di atas batas minimal −40 dBm, maka kabel fiber optic dinyatakan baik dan layak digunakan.

Wifi

  Apa Itu WiFi? WiFi adalah teknologi jaringan nirkabel yang memungkinkan perangkat terhubung ke internet tanpa menggunakan kabel. WiFi meng...