Konfigurasi Dasar MikroTik
Praktikum konfigurasi dasar MikroTik menggunakan Winbox meliputi DHCP Client, DHCP Server, IP Address, dan NAT agar jaringan lokal dapat terhubung ke internet. Karena kehidupan modern manusia sekarang secara emosional terikat dengan sinyal WiFi.
BAB 1 - Pendahuluan
1.1 Latar Belakang
Perkembangan jaringan komputer saat ini sangat penting dalam kehidupan sehari-hari, terutama dalam proses komunikasi dan pertukaran data melalui internet.
Salah satu perangkat jaringan yang sering digunakan adalah MikroTik. MikroTik digunakan untuk mengatur lalu lintas jaringan, membagi koneksi internet, serta mengelola jaringan komputer dengan lebih mudah.
1.2 Pengertian MikroTik
MikroTik adalah sistem operasi dan perangkat lunak yang digunakan untuk menjadikan komputer atau perangkat menjadi router jaringan.
1.3 Fungsi MikroTik
- Mengatur lalu lintas jaringan
- Membagi koneksi internet
- Menjadi DHCP Server
- Menjadi Firewall jaringan
- Mengelola bandwidth internet
BAB 2 - Alat dan Bahan
- Laptop / PC
- MikroTik Router
- Kabel LAN
- Aplikasi Winbox
- Koneksi Internet
BAB 3 - Langkah Praktikum
3.2 Konfigurasi DHCP Client
DHCP Client digunakan agar MikroTik memperoleh IP Address otomatis dari sumber internet atau router utama.
- Interface : ether1
- Status : bound
3.3 Konfigurasi IP Address
Selanjutnya dilakukan pemberian IP Address pada interface ether2 sebagai gateway jaringan lokal.
3.4 Konfigurasi DHCP Server
DHCP Server berfungsi memberikan IP Address otomatis kepada client yang terhubung ke jaringan MikroTik.
BAB 4 - Hasil Praktikum
- MikroTik berhasil dikonfigurasi ulang
- DHCP Client berhasil memperoleh IP otomatis
- DHCP Server berhasil dijalankan
- NAT berhasil dikonfigurasi
- Jaringan lokal berhasil terhubung ke internet
BAB 5 - Kesimpulan
Berdasarkan praktikum yang telah dilakukan, dapat disimpulkan bahwa MikroTik dapat digunakan untuk mengatur jaringan komputer dengan mudah melalui aplikasi Winbox.
Praktikum ini membantu memahami dasar administrasi jaringan menggunakan MikroTik.







